Aku punya sahabat namanya Sinta. Dia
sosok sahabat yang baik dan suka
menolong. Aku baru beberapa hari kenal sama dia tapi kami udah merasa dekat
banget. Kemana-mana selalu bareng dan selalu cerita terbuka satu sama lain.
Pada saat itu kami berdua sama-sama
mempunyai pacar. Bahkan, sering jalan-jalan bareng sama pacar masing-masing.
7 bulan kemudian aku putus dengan
pacar aku dan teman ku masih dengan pacarnya. Mereka sangat menyanyangkan atas
putusnya hubungan kami. Kami putus karena ada beberapa alasan terutama tidak
enaknya di aku. Banyak teman-teman yang mau aku balikan sama dia tapi hati
tidak bisa dipaksakan sesuai kehendak mereka.
1 bulan kemudian teman aku yang
namanya Sinta suka sama sahabatku namanya Andi. Sebelumnya aku udah lama dekat
sama Andi bahkan udah ku anggap sebagai saudaraku sendiri. Pada saat itu teman aku
namanya Sinta dia masih punya pacar tapi disisi lain dia pengin pacaran sama
sahabat aku yang namanya Andi. Dia selalu minta tolong sama aku bagaimana
caranya dia harus dekat sama Andi. Disaat itu aku benar-benar bingung karena
aku gak pengin mengkhianati satu sama lain. Selain aku dekat sama Sinta, aku
dekat juga sama pacarnya sinta. Dia sering curhat masalah Sinta sama aku. Jadi,
aku gak pengin menghancurkan hubungan mereka karena aku tau pacarnya Sinta
benar-benar saying sama Sinta. Sedangkan pada saat itu Andi gak suka sama Sinta
dan pada saat itu pula Andi sering kasih kabar aku dan akhirnya sering hubungin
aku tanpa sepengetahuan Sinta.
Setiap hari
Sinta selalu minta tolong sama aku biar bisa dekat sama Andi. Karena aku gak
enak sama Sinta akhirnya aku maksa Andi untuk menghubungi sinta. Tapi disisi
lain Andi tidak mau sama sekali. Aku udah berusaha meminta Andi untuk bisa
menghubungi satu kali aja tapi Andi tetap keras untuk tidak menghubungi Sinta. Dan
yang bikin aku kaget. Andi bilang sama aku “aku gak butuh dia, aku cuma butuh
kamu”. Dan pada saat itu juga aku marah sama Andi kenapa dia bisa berkata
seperti itu?.
Semakin
hari andi mendekati aku dan semakin hari pula Sinta mulai curiga dengan ku. Gak
lama kemudian Andi mulai berani bilang sayang sama aku. Pada saat itu aku cuma
bisa terdiam. Karena yang ada dipikiranku saat itu adalah Sinta. Seandainya
Sinta tau hal ini, dia pasti kecewa sama aku. Padahal sejujurnya aku juga
menyimpan perasaan yang sama dengan Andi. Tapi karena teman aku suka sama Andi,
aku gak berani untuk menunjukkan atau mengungkapkan perasaanku dengan Andi.
Semakin
hari hidupku semakin berat karena aku takut mengkhianati dan takut menyakiti
orang. Dan akhirnya keputusanku tidak merespon perasaan Andi dan tidak pula
memaksa Andi untuk bersama Sinta. Karena aku tidak ingin menghancurkan hubungan
Sinta dengan pacarnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar