Minggu, 19 November 2017

Hati yang Bimbang



Aku punya sahabat namanya Sinta. Dia sosok sahabat yang baik dan  suka menolong. Aku baru beberapa hari kenal sama dia tapi kami udah merasa dekat banget. Kemana-mana selalu bareng dan selalu cerita terbuka satu sama lain.
Pada saat itu kami berdua sama-sama mempunyai pacar. Bahkan, sering jalan-jalan bareng sama pacar masing-masing.
7 bulan kemudian aku putus dengan pacar aku dan teman ku masih dengan pacarnya. Mereka sangat menyanyangkan atas putusnya hubungan kami. Kami putus karena ada beberapa alasan terutama tidak enaknya di aku. Banyak teman-teman yang mau aku balikan sama dia tapi hati tidak bisa dipaksakan sesuai kehendak mereka.
1 bulan kemudian teman aku yang namanya Sinta suka sama sahabatku namanya Andi. Sebelumnya aku udah lama dekat sama Andi bahkan udah ku anggap sebagai  saudaraku sendiri. Pada saat itu teman aku namanya Sinta dia masih punya pacar tapi disisi lain dia pengin pacaran sama sahabat aku yang namanya Andi. Dia selalu minta tolong sama aku bagaimana caranya dia harus dekat sama Andi. Disaat itu aku benar-benar bingung karena aku gak pengin mengkhianati satu sama lain. Selain aku dekat sama Sinta, aku dekat juga sama pacarnya sinta. Dia sering curhat masalah Sinta sama aku. Jadi, aku gak pengin menghancurkan hubungan mereka karena aku tau pacarnya Sinta benar-benar saying sama Sinta. Sedangkan pada saat itu Andi gak suka sama Sinta dan pada saat itu pula Andi sering kasih kabar aku dan akhirnya sering hubungin aku tanpa sepengetahuan Sinta.
                Setiap hari Sinta selalu minta tolong sama aku biar bisa dekat sama Andi. Karena aku gak enak sama Sinta akhirnya aku maksa Andi untuk menghubungi sinta. Tapi disisi lain Andi tidak mau sama sekali. Aku udah berusaha meminta Andi untuk bisa menghubungi satu kali aja tapi Andi tetap keras untuk tidak menghubungi Sinta. Dan yang bikin aku kaget. Andi bilang sama aku “aku gak butuh dia, aku cuma butuh kamu”. Dan pada saat itu juga aku marah sama Andi kenapa dia bisa berkata seperti itu?.
                Semakin hari andi mendekati aku dan semakin hari pula Sinta mulai curiga dengan ku. Gak lama kemudian Andi mulai berani bilang sayang sama aku. Pada saat itu aku cuma bisa terdiam. Karena yang ada dipikiranku saat itu adalah Sinta. Seandainya Sinta tau hal ini, dia pasti kecewa sama aku. Padahal sejujurnya aku juga menyimpan perasaan yang sama dengan Andi. Tapi karena teman aku suka sama Andi, aku gak berani untuk menunjukkan atau mengungkapkan perasaanku dengan Andi.
                Semakin hari hidupku semakin berat karena aku takut mengkhianati dan takut menyakiti orang. Dan akhirnya keputusanku tidak merespon perasaan Andi dan tidak pula memaksa Andi untuk bersama Sinta. Karena aku tidak ingin menghancurkan hubungan Sinta dengan pacarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar